Bagaimana Cara Anime Menghasilkan Uang?

Minggu, 08 November 2015
Bagaimana Cara Anime Menghasilkan Uang?

Sekarang ini anime bukanlah lagi hiburan semata bagi para pelaku industri. Anime kini sudah menjadi bisnis tersendiri di Jepang dan semua pihak yang terkait. Dengan diproduksinya anime setiap musim, hal ini menandakan bahwa anime adalah bisnis yang menjanjikan. Tapi bagaimana sebenarnya anime menghasilkan uang bagi para pelaku di industri anime?

Bagaimana cara anime menghasilkan uang?


Anime untuk anak-anak dan keluarga sangat menghasilkan

Bagaimana Cara Anime Menghasilkan Uang?

Jam terbaik untuk penayangan anime adalah dari jam 8 pagi hingga jam 9 malam sehingga anime-anime yang bisa dikatakan sukses akan tayang pada rentang jam ini (misal: Doraemon, Detective Conan, Pretty Cure, One Piece, Sazae-san). Tidak hanya menonton, para penonton pun akan membeli merchandise yang dijual. Maka jangan heran jika anime-anime yang tayang di jam-jam ini bisa tayang lebih dari 100 episode.

Late night anime

Bagaimana Cara Anime Menghasilkan Uang?

Late night anime adalah anime yang tayang malam hari antara jam 11 malam hingga 4 pagi. Dibandingkan anime yang tayang di pagi dan siang hari, bisa dikatakan late night anime miskin penonton sehingga rating anime yang tayang cenderung rendah (tentu saja, siapa yang mau menonton hingga pagi hari?). Lalu bagaimana late night anime dapat menghasilkan uang? 

Late night anime sangat mengandalkan penjualan Blu-ray / DVD dan merchandise sebagai sumber uang.

Late night anime adalah acara infomersial


Secara singkat, infomersial adalah sebuah acara tv dengan siaran yang penuh dengan iklan promosi jasa dan barang. Kecuali tayang di saluran khusus anime seperti Noitamina, akan banyak sekali ditemui iklan infomersial. Walaupun anime yang tayang pada tengah malam diisi oleh anime-anime yang biasanya tidak diperuntukkan untuk anak-anak, rata-rata late night anime adalah anime low budget (biaya produksi rendah). Karena minim penonton di jam-jam ini, maka pihak televisi pun menyasar anime-anime low budget tersebut untuk mengisi jadwal malam televisi mereka. Walau minim rating, masih lebih baik daripada tidak ada sama sekali bukan?

Beberapa pihak juga menggunakan jasa anime sebagai media mempromosikan barang mereka seperti manga dan light novel. Di Jepang ada beberapa anime yang dibuat semata-mata hanya untuk mempromosikan sumber asli anime tersebut seperti misalnya anime Overlord. Mereka tidak terlalu peduli apakah rating anime-nya bagus atau tidak selama penjualan barang mereka bisa meningkat dengan penayangan anime tersebut.

Bagaimana studio anime berperan?


Bagaimana Cara Anime Menghasilkan Uang?

Studio anime adalah "pekerja kontrak." Pada saat suatu komite produksi memutuskan untuk memproduksi anime, mereka akan mencari dan menawarkan studio anime untuk memproduksi anime tersebut. Studio anime kemudian akan diberi sejumlah anggaran. 

Jika anggaran tersebut adalah biaya produksi, lalu bagaimana studio anime mendapatkan keuntungan?

Studio seperti Madhouse akan berbagi keuntungan penjualan Blu-ray / DVD anime yang mereka produksi dengan pihak distributor seperti Pony Canyon. Selain Blu-ray / DVD, hasil penjualan merchandise seperti PVC figure pun dibagi jika pihak terkait menggunakan desain dari studio anime.

Beberapa studio besar seperti Kyoto Animation dan Sunrise bahkan tidak hanya bekerja sebagai studio anime saja, mereka cukup mampu melakukan investasi dalam bidang ini. Kyoto Animation misalnya yang juga adalah publisher manga dan light novel dan mereka pun membuka toko di Kyoto.

Kepemilikan


Bagaimana Cara Anime Menghasilkan Uang?

Cara lain studio anime dapat mendapatkan uang adalah karena mereka dimiliki oleh suatu komite tertentu. Misalnya A-1 Pictures yang musim ini memproduksi Gakusen Toshi Asterisk dan Subete ga F ni Naru: The Perfect Insider, dimiliki oleh Aniplex. Seperti yang kalian tahu, Aniplex adalah pihak distributor ternama untuk Blu-rayDVD. Jadi A-1 Pictures tidak perlu memikirkan bagaimana rating dan penjualan anime yang diproduksinya. Selain itu, Aniplex pun bekerja dalam hal produksi soundtrack, merchandise dan bekerja sama dengan perusahaan makanan dan games. Aniplex lalu menyalurkan keuntungan tersebut pada A-1 Pictures dan sebagai kartu truf, Aniplex dimiliki oleh Sony Music Entertainment Japan.

Jangan bilang tidak tahu Sony. Sony Music Entertainment Japan merupakan perusahaan label musik terbesar di Jepang yang mempu menghasilkan 162 miliar yen (18 triliun rupiah) tahun lalu. Jika kalian menyukai lagu tema dari anime tertentu, jangan heran jika dinyanyikan oleh artis Sony.

Musik dihasilkan oleh Sony Music, didistribusikan oleh Aniplex, dan animasi diproduksi oleh A-1 Pictures.

Lisensi internasional


Masalah lisensi tentu memiliki peranan penting. Jika suatu anime hendak ditayangkan di luar Jepang, studio di luar Jepang harus membeli lisensi anime tersebut. Uang tersebut lalu didistribusikan kembali oleh pihak Jepang. Masalah lisensi ini pun dapat menolong sejumlah studio anime yang penjualannya gagal di pasaran Jepang. 

Semoga artikel singkat ini bisa bermanfaat.

Sumber:
Komentar (Refresh (F5) Halaman ini jika komentar tidak muncul)
0 Komentar

0 komentar:

Posting Komentar