Otaku Baik atau Otaku Jahat, Tipe Otaku Manakah Kamu?

Senin, 12 Oktober 2015
Otaku Baik atau Otaku Jahat, Tipe Otaku Manakah Kamu?

Mempunyai hobi bukanlah hal yang aneh selama hobi tersebut bukan merupakan hobi yang aneh pula. Selama seseorang tersebut masih mampu mengelola hobinya dengan baik, tentu akan menjadi hobi yang menyenangkan di mata orang lain. Seseorang yang menekuni hobi tertentu setidaknya bisa digolongkan menjadi hanya merupakan pengemar biasa yang sekedar suka pada hobinya atau penggemar yang terobsesi terhadap hobinya tersebut. Di Jepang, seseorang yang terobsesi terhadap hobinya itu disebut otaku.

Walaupun bisa dipakai untuk berbagai macam bentuk obsesi (suka secara berlebihan) terhadap suatu hal, kata otaku lebih banyak ditujukan untuk penggemar anime dan manga. Tahukah kalian bahwa di negara asalnya, Jepang, kata otaku memiliki pengertian yang negatif? Seperti artinya, rata-rata konotasi negatif otaku ini lahir dari perilaku para otaku yang terkesan lebih mementingkan hobi atau kesukaannya tersebut.

Otaku Baik atau Otaku Jahat, Tipe Otaku Manakah Kamu?

Tentu beda negara beda konotasi, tapi di Indonesia, entah kenapa banyak sekali fans anime dan manga yang sering menyebut dirinya sebagai otaku dan sangat merasa bangga dengan istilah itu tapi asalkan tidak menjadi otaku jahat, tentu tidak ada salah.

Tunggu sebentar, otaku jahat? apa itu otaku jahat?

Seorang pengguna twitter dengan akun, @yoshiya_448, membagikan lewat akun twitter-nya mengenai apa perbedaan otaku baik dan otaku jahat. Sang pengguna twitter yang menyukai vocaloid ini membagikan sebuah pengertian yang bagus mengenai apa itu otaku baik dan otaku jahat yang diucapkan oleh guru wali kelasnya.


"Otaku yang baik membagikan kesenangan dan informasi dengan orang-orang di sekelilingnya, sehingga setiap orang bisa merasa bahagia. Otaku jahat memaksakan seleranya (hobinya) pada orang lain, memilih berkelahi (mengejek) dengan orang lain yang mempunyai pandangan yang berbeda dengan dirinya, dan membuat orang-orang di sekitarnya merasa tidak nyaman. Kalian semua, jadilah otaku yang baik." Kata-kata yang lebih terukir dalam di dada daripada buku teks.

Sebuah pengertian yang bagus bukan? Dan perbedaan ini pun bisa ditujukan untuk semua orang yang mempunyai hobi apa pun itu.

Nyatanya tidak hanya di Jepang, di Indonesia pun banyak ditemui otaku-otaku jahat berkeliaran. Mereka dapat dengan mudah ditemui di situs-situs media sosial, di mana mereka akan marah-marah secara berlebihan jika ada yang mengejek anime atau manga kesukaan mereka, tidak mau menerima kritik dan menganggu orang lain dengan kefanatikannya terhadap anime dan manga dengan kalimat tidak berbobot seperti, "i can't live without anime (aku tidak bisa hidup tanpa anime)", "anime is the best (anime adalah yang terbaik)", atau bahkan yang lebih ekstrim, Japanifo pernah menemukan status yang bertemakan yandere.

Tidak ada salahnya kalian berbangga menjadi otaku tapi perhatikan sikap kalian terhadap sekitar kalian. Janganlah memaksakan apa yang kalian suka pada orang lain.


Sumber:
en.rocketnews24
Komentar (Refresh (F5) Halaman ini jika komentar tidak muncul)
0 Komentar

0 komentar:

Posting Komentar