Universitas di Jepang Klaim Hewan Peliharaan Seperti Anjing dan Kucing Penyebab Kanker Perut

Kamis, 24 September 2015
Universitas di Jepang Klaim Hewan Peliharaan Seperti Anjing dan Kucing Penyebab Kanker Perut

Kalian suka binatang terutama anjing atau kucing? Ya, kedua hewan yang dengan mudah dapat ditemui sebagai hewan peliharaan ini memang, imut, lucu, dapat diajak bermain dan tidak jarang beberapa orang menyebut anjing sebagai sahabat manusia. Wajar memang banyak yang mempunyai hewan peliharaan khususnya anjing dan kucing karena dapat dijadikan teman bermain ketika kalian merasa jenuh. Tapi berhati-hatilah agar tidak mencium atau dijilat binatang peliharaan terutama anjing dan kucing karena dapat meningkatkan resiko kalian terkena kanker perut. Bagaimana bisa?

Melalui penelitian Universitas Farmasi Kitano di Jepang, kontak dengan cairan tubuh hewan peliharaan secara signifikan dapat meningkatkan risiko kanker perut. Dalam konferensi Helicobacter yang diadakan awal Juni 2015 kemarin, disebutkan alasan dan bagaimana hewan peliharaan dapat menyebabkan kanker perut.

Nama helicobacter sendiri didapatkan dari nama sejenis bakteri yang dapat menyebabkan kanker perut, helicobacter heilmannii. Penelitian yang diawasi oleh Profesor Masahiko Nakamura beserta tim tersebut mengemukakan bahwa cairan tubuh hewan seperti air liur dan cairan pembuangan lain pada hewan terutama hewan peliharaan mengandung bakteri aforementioned bacteria helicobacter heilmannii yang diketahui dapat menyebabkan kanker MALT Limfoma.

Universitas di Jepang Klaim Hewan Peliharaan Seperti Anjing dan Kucing Penyebab Kanker Perut

Menurut penelitian, sebanyak 60% dari semua pasien yang menderita limfoma, memiliki bakteri helicobacter heilmannii dalam tubuhnya dan berdasarkan sebuah penelitian di Jerman, sebanyak 70% pasien yang memiliki bakteri ini sebelumnya melakukan kontak fisik yang erat dengan hewan. 

Kegiatan dengan hewan apa saja yang dapat menularkan bakteri ini?

1.Dicium atau dijilat hewan
2.Mencium hewan di dekat mulutnya
3.Menggunakan peralatan makan yang telah digunakan hewan
4.Membuang kotoran hewan tanpa sarung tangan
5.Mencium seseorang yang sudah terinfeksi dengan bakteri
6.Kegiatan berisiko seperti mengambil bulu kucing dengan hanya tisu tipis, tidak mencuci atau mencuci bersih tangan setelah membersihkan kotoran hewan, atau bahkan tidak membersihkan air liur hewan peliharaan pada furnitur.

Yang lebih parah, berada dekat dengan kotoran hewan yang terinfeksi dapat menimbulkan risiko. Lalat cenderung berkumpul di sekitar kotoran hewan, dan jika mereka menyerap bakteri kemudian mendarat di makanan yang kalian makan, kalian bisa terinfeksi juga.

Menurut laporan dalam majalah Shukan Gendai (Modern Weekly) edisi 19 September, mereka yang paling berisiko terinfeksi adalah anak-anak, karena sistem kekebalan tubuh mereka belum berkembang dan kecenderungan untuk meletakkan segala sesuatu di mulut. Jadi berhati-hatilah jika buah hati kalian sedang berada di dekat anjing atau kucing peliharaan. 

Sekarang ini masih cukup sulit untuk menguji hewan yang terinfeksi helicobacter heilmannii, satu-satunya cara adalah melalui tes DNA. 

Salah satu kolumnis Jepang, Mihoko Yamada, mengatakan,

"Anjing kami menjilati kaki orang, tangan, dan hal-hal lain di dalam rumah, tidak peduli berapa kali kami katakan padanya untuk berhenti. Dia bahkan menjilati wajah suamiku. Aku harus memberitahu dia untuk lebih berhati-hati mulai sekarang."

"Selama gempa besar dan tsunami 2011, binatang peliharaan tidak diizinkan masuk ke pusat-pusat evakuasi karena alergi ini. Aku pikir itu sedikit berlebihan, tapi sekarang aku tahu hewan peliharaan berpotensi menulari orang lain, itu cerita yang sama sekali berbeda."

Jadi untuk kalian yang gemar mencium dan dijilat oleh hewan peliharaan terutama anjing dan kucing, ada baiknya menghindari kontak fisik dengan mulut. Jika terlanjur melakukan kontak dengan cairan hewan, terutama bayi, segera cuci bersih bagian tubuh yang terkena dan bersihkan dengan baik kotoran hewan peliharaan kalian. Tidak ada salahnya berhati-hati bukan?


Sumber:
en.rocketnews24
Komentar (Refresh (F5) Halaman ini jika komentar tidak muncul)
0 Komentar

0 komentar:

Posting Komentar