10 Kebiasaan Orang Jepang Dalam Berbisnis Yang Dianggap Tidak Perlu Dilakukan

Minggu, 09 Agustus 2015
Setiap negara pasti mempunyai etika masing-masing dalam hal apa pun. Jepang adalah negara yang dikenal mengutamakan etika dan banyak sekali etika yang bisa dicontoh. Tapi jika terlalu formal, tidak jarang orang Jepang sendiri pun mereka beberapa etika tersebut tidak perlu dilakukan.

Situs Web R25 telah melakukan sebuah polling kepada 200 pria dengan rentang usia 20 hingga 39 tahun dengan diberikan 12 buah etika tradisional dalam berbisnis dan harus memilih 3 yang dirasakan paling tidak perlu. Pilihan pertama berjumlah tiga poin sedangkan pilihan kedua dan ketiga bernilai satu poin.

Berikut adalah 10 kebiasaan orang Jepang dalam berbisnis yang dianggap tidak perlu dilakukan


1.Ketika melihat klien pergi, harus terus membungkuk sampai pintu lift menutup sepenuhnya (220 poin)

10 Kebiasaan Orang Jepang Dalam Berbisnis Yang Dianggap Tidak Perlu Dilakukan

2.Ketika bertukar kartu nama, menempatkan kartumu sendiri di bawah kartu rekanmu (203 poin)
3.Ketika disajikan teh saat mengunjungi kantor seseorang, harus menunggu sampai mereka meminum tehnya sendiri sebelum kamu melakukannya (148 poin)
4.Setelah bertukar kartu nama, taruh kartu rekanmu di meja bukannya menyimpannya segera (134 poin)
5.Mengetuk pintu tiga kali sebelum memasuki ruangan (113 poin)
6.Masuk ke dalam lift sesuai kedudukan (98 poin)

10 Kebiasaan Orang Jepang Dalam Berbisnis Yang Dianggap Tidak Perlu Dilakukan

Orang yang kedudukannya lebih tinggi selalu dipersilahkan masuk lift terlebih dahulu dan bahkan orang dengan kedudukan lebih rendah selalu membukakan pintu lift untuknya.

7.Salam formal untuk korespondensi bisnis (71 poin)
8.Melepas mantel atau jaket sebelum memasuki gedung kantor yang kamu kunjungi (55 poin)
9.Terdapat pengaturan posisi tempat duduk untuk peserta berdasarkan tinggi rendahnya kedudukan dalam suatu pertemuan (55 poin) 

10 Kebiasaan Orang Jepang Dalam Berbisnis Yang Dianggap Tidak Perlu Dilakukan

10.Ketika mengunjungi kantor orang lain, harus menunggu sampai tuan rumah mengatakan "Silakan, duduk," sebelum duduk (46 poin)

Terntu saja terdapat etika ketika melakukan sesuatu terutama ketika berbisnis tapi jika terlalu formal tentu wajar jika dianggap melelahkan atau tidak perlu. Bagaimana menurut kalian? Etika berbisnis mana yang kalian anggap tidak perlu?


Sumber:
en.rocketnews24
Komentar (Refresh (F5) Halaman ini jika komentar tidak muncul)
0 Komentar

0 komentar:

Posting Komentar