Bayi Pun Menunjukkan Simpati Bagi Korban Bullying

Senin, 17 Juni 2013

Sebuah tim peneliti di Kyoto University dan Toyohashi University of Technology melakukan sebuah penelitian yang ditujukan pada 24 bayi berusia antara 9,5 bulan sampai 10,5 bulan dengan menunjukkan sebuah video animasi sederhana yang menggambarkan adegan bullying. Dalam video tersebut terdapat 3 buah objek berwarna biru, kuning dan merah yang masing-masing mewakili pengganggu, korban dan tokoh netral yang bergerak disekitar layar. Pengganggu memukuli korban sedangkan tokoh netral berpindah-pindah secara mandiri tanpa berinteraksi dengan orang lain.

Setelah menunjukkan video tersebut sebanyak delapan kali, para peneliti menempatkan benda-benda yang mewakili dua bentuk dari video di depan bayi. 12 bayi ditunjukkan objek korban dan objek tokoh netral. 10 dari 12 bayi tersebut memilih objek korban dan 2 bayi sisanya memilih objek tokoh netral. 12 bayi sisanya ditunjukkan objek pengganggu dan objek korban dan 10 bayi lagi-lagi memilih objek korban.


Kelompok ini juga melakukan percobaan yang sama pada orang dewasa, namun hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah mencapai kedewasaan, kecenderungan yang sama untuk bersimpati jauh lebih sedikit.

Yasuhiro Kanakogi, asisten profesor perkembangan psikologi di Universitas Kyoto mengatakan, "Percobaan pada orang dewasa menunjukkan banyak yang akan memilih pengganggu karena mereka kuat. Bayi yang baru lahir bisa jujur ​​secara alami."

Kanakogi juga mengatakan bahwa hasil ini menunjukkan bahwa pada dasarnya manusia dilahirkan dengan sifat yang baik.

Anda bisa melihat videonya di situs nhk.or.jp berikut.


Sumber :
ajw.asahi
Komentar (Refresh (F5) Halaman ini jika komentar tidak muncul)
0 Komentar

0 komentar:

Posting Komentar