Dari 630.000 NEET di Jepang, 40% adalah Wanita

Kamis, 09 Mei 2013

Jika pernah mendengar kata otaku atau mungkin Anda merasa adalah seorang otaku, rasanya hampir tidak mungkin jika belum pernah mendengar istilah "NEET". Jika baru kali ini mendengarnya, istilah NEET merupakan singkatan dari "Not in Education Employment or Training". Sesuai kepanjangannya, istilah ini ditujukan untuk orang muda yang tidak dalam pendidikan, pekerjaan, atau pelatihan apapun. Singkatan NEET pertama kali digunakan di Inggris namun penggunaannya telah menyebar ke negara-negara lain termasuk Jepang, Cina, dan Korea Selatan.

NEET dikatakan sebagai masalah yang serius di Jepang dan menurut survei tenaga kerja yang dilakukan oleh Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang Desember lalu, jumlah NEET di Jepang mencapai angka 630.000 dan 40% diantaranya adalah wanita. Namun, perempuan yang dikategorikan sebagai pembantu rumah tangga tidak termasuk dalam hitungan NEET. Jika dihitung, mungkin saja jumlah NEET wanita akan lebih besar daripada apa yang sudah diperhitungkan saat ini. 

Bahkan seperti yang dikutip dari wikipedia, banyak NEET di Jepang didukung oleh orang tua mereka. Dukungan ini dapat berakibat pada penarikan sosial yang dikenal sebagai fenomena hikikomori, yang dipercaya merupakan reaksi terhadap lingkungan kerja Jepang yang menindas. Dalam kasus yang ekstrim, tuntutan rutin untuk lembur dan pengorbanan pribadi dalam bekerja bisa menyebabkan kematian.

Reaksi berlebihan dalam tuntutan pekerjaan tersebut memicu munculnya istilah Hodo-Hodo zoku atau karyawan yang menghindari promosi untuk meminimalkan stres dan memaksimalkan waktu luang. Meskipun tidak semua, tampaknya istilah NEET sekarang ini lebih ditujukan kepada mereka yang memiliki keterkaitan dengan anime / manga / internet / game.


Sumber :
ANN
google
wikipedia
Komentar (Refresh (F5) Halaman ini jika komentar tidak muncul)
0 Komentar

0 komentar:

Posting Komentar